
Saturday, September 11, 2010
AR: The La's

Friday, September 10, 2010
Ramadhan kali ini.
Saya kalah. Itu saja yang ingin saya katakana. Ternyata saya kalah pada kesenangan dunia. Ternyata saya kalah pada hawa nafsu. Dan saya merasa tidak mendapatkan berkah ramadhan kali ini. Semuanya berlalu sekejap mata. Tidak ada yang berarti. Tidak ada yang berkesan.
Masih teringat sebulan yang lalu ketika Ramadhan datang mendekat. Saya menyambutnya dengan euphoria berlebihan. Memiliki segudang rencana ini dan itu. Akan begini dan begitu. Nyatanya? Semua tidak berjalan dengan lancar. Sepertinya memang saya harus menyambut Ramadhan biasa saja. Lebih dikuatkan pada niat, dan bukan pada rencana.
Apa yang terjadi dengan Ramadhan ku? Entahlah. Saya pun tidak dapat menjawabnya. Ketika tahun lalu saya diuji dengan sebuah kesusahan, dengan patah tulang dan bebat dimana-mana. Ternyata saya bisa melaluinya. Kali ini Tuhan menguji lagi. Bukan dengan kesusahan, tapi sebuah kesenangan. Kesenangan duniawi akan pekerjaan dan eksistensi. Dan ini yang saya belum bisa lolos darinya.
Saya yang mempunya waktu untuk jalan kesana kemari. Mengurus ini dan itu, mengerahkan setiap tenaga dan kemampuan, justru bahkan bangun untuk Shalat Subuh pun sulit kulakukan. Ketika saya mampu nongkrong sampai tengah malam bersama teman-teman, tapi kenapa bahkan satu rakaat terawih pun sulit kutegakkan?
Begitulah cobaan di dunia ini. Saya masih mengingatnya dari ceramah agama di waktu yang lampau. Bahwa Tuhan tidak akan mengujimu dengan kesusahan saja. Tapi dia akan mengujimu juga dengan kesenangan, dan biasanya inilah ujian yang paling berat. Karena di saat susah, kita akan sangat gampang merasa dekat dengan Tuhan. Sedangkan di saat senang? Kita akan berubah menjadi manusia pongah tidak tahu diri.
Ada satu kesyukuran ketika saya masih diperkenankan untuk bertemu dengan Idul Fitri tahun ini. Sebuah bentuk perayaan atas kemenangan melawan hawa nafsu. Tapi mungkin perjuangan saya tahun ini tidak maksimal. Dan saya menyadarinya dengan sepenuh hati. Bahwa memang saya telah kalah.
Panjangkanlah umur ini ya Rabb. Untuk bertemu dengan Ramadhan mu lagi di kali yang akan datang. Yang akan siap dengan semua ujianmu. Yang akan menyambut hari kemenangan dengan satu senyum tersungging di bibir, bahwa saya telah mampu melewati perang yang paling besar. Perang melawan hawa nafsu.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
New textual punctuation
Never before seen grammar*...Have you noted, dear readers, one of the new textual punctuation techniques that the kids of today are using?
It is to place a period after each word in a given sentence. This full stop functions as a hammer to bang home the seriousness, gravitas, power of the utterance.
Check out this example from the infamous website, Texts from Last night...
"Best. Roommate. Ever."
Which in modern textual grammar is bigger ups than "Best roommate ever!!!"
*Save for possibly in a telegrams.
Thursday, September 9, 2010
AR: American Slang

Wednesday, September 8, 2010
Shrooms help cancer patients cope
A new study reports a controlled dose of the main ingredient in hallucinogenic mushrooms, psilocybin, appears to help reduce anxiety and lift spirits in people battling advanced cancer. The study, by Dr. Charles Grob, will be published in the January 2011 print issue of the Archives of General Psychiatry.
The government, suffering from bad vibes dating back to the 60's, when its foundations actually shook, is still incredibly reluctant to fund this kind of research. Health Day reports that it took four years to get the funding and necessary approvals for this trial, even though it only involved a dozen patients (all with advanced cancer). It has been over thirty years since a similar study was conducted.
In the study, patients reported feeling calmer and happier, and that they felt closer connections to friends and family. They were better able to address end-of-life issues. This is very important according to Dr. Amy Abernethy, director of the Duke University Cancer Care Research Program in Durham, N.C. She told Health Day, "We know that with some people with advanced life-threatening illness, there is very truly a substantial existential component and importance and need for meaning-making in life, and that until people start making that transition they can be very, very distressed. It can be hard to get back to the business-of-life closures and other things you need to do at the end of life. This kind of intervention [may] allow people time and space and extended cognitive ability to reflect on life and see it in a different way, make that transition and then get back into a more relaxed space and get back to the business of living.
"Being in the business of living is about doing what is important and meaningful to you every day even if you don't have many days left, focusing on things like saying goodbye to loved ones, which can be hard to do if you're distressed."
Read the whole story here.
Film a bedroom scene with Pam Anderson
That sounds almost too good to be true... And you know what they say about things that sound too good to be true, they probably are.
In this case Nokia is sponsoring a contest, in which the winner will film a 'bedroom scene' with former Kid Rock and Tommy Lee squeeze, Pam Anderson. The film will be shot entirely on the Nokia N8 handset, to show off the upcoming phone's HD video capabilities. No guarantees that just because it is in the bedroom, that the winner will actually get to use the boudoir with Pam. Will she be the maid? The consort? The telephone operator? Nokia is keeping mum.
It is to be written and directed by the British directors, the McHenry Brothers. For those less inclined towards Pam's charms, Nokia is also offering a parallel competition to star with Gossip Girl heartthrob Ed Westwick. This scene, for the even more adventurous, takes place in an elevator.
Wednesday, September 1, 2010
Kecanduan Twitter
Lantas yang menjadi kecanduan baru saat ini adalah nge-twit! Hahaha, emang ketinggalan euy! Setahun yang lalu kala saya masih di Asta, Twitter sebenarnya menjadi salah satu alat untuk berpromosi. Cuma yah itu, saya malam. Berpikir tidak ada untungnya nge-twit. Dasar geblek! Soalnya saya belum paham tentang apa itu Reply To, ReTweet, dan sebagainya. Tapi sekarang? Hohoho, dimana-mana sudah harus nge-Twit.

Jadi, follow me @iqkoberuang dan selamat berjumpa di Timeline saya :)